GOLFUSSID – Manchester United menelan kekalahan telak 4-1 dari Como di matchday Liga Champions 2026/2027 di Stadion Giuseppe Sinigaglia. Nico Paz menjadi bintang dengan dua gol (menit 2′ dan 57′), sementara Anastasios Douvikas dan Jacobo Ramón menambah dua gol lainnya. MU hanya mampu membalas melalui Joshua Zirkzee di masa injury time. Kekalahan ini mempertegas krisis performa Setan Merah .
Poin Penting:
- Nico Paz membuka keunggulan Como saat pertandingan baru berjalan 2 menit .
- Anastasios Douvikas mencetak gol ketiga Como tepat di awal babak kedua (menit 49′) .
- Nico Paz menambah gol keduanya di menit 57′, sebelum Jacobo Ramón menutup pesta gol di menit 76′ .
- Joshua Zirkzee mencetak gol hiburan untuk MU di menit 90+1′ .
- MU tampil tanpa daya dan gagal memberikan perlawanan berarti sepanjang laga .

Apa yang Terjadi di Como?
Stadion Giuseppe Sinigaglia menjadi saksi bagaimana Manchester United kembali menunjukkan kerapuhannya di kompetisi Eropa. Laga baru berjalan dua menit, gawang Andre Onana sudah bergetar.
Awal Mimpi Buruk di Menit 2
MU tidak diberi waktu untuk bernapas. Nico Paz, pemain muda berbakat milik Como, memanfaatkan kelengahan lini belakang MU untuk mencetak gol kilat di menit ke-2. Gol ini langsung mengubah dinamika pertandingan, memaksa MU untuk bermain terbuka dan mengejar ketertinggalan lebih awal.
Sepanjang babak pertama, MU mencoba merespons. Namun, serangan-serangan mereka selalu kandas di sepertiga akhir. Lini tengah MU kesulitan menyuplai bola ke para penyerang, sementara Como tampil disiplin dan menunggu celah untuk melancarkan serangan balik.
Runtuh di Awal Babak Kedua
Jika MU berharap bisa bangkit di babak kedua, harapan itu sirna dalam hitungan detik. Anastasios Douvikas mencetak gol ketiga Como di menit 49, memanfaatkan kebingungan pertahanan MU yang belum siap setelah jeda .
Gol tersebut menjadi pukulan telak. Alih-alih bereaksi, MU justru semakin kehilangan arah. Nico Paz kembali mencatatkan namanya di papan skor di menit 57, mengecoh Onana dengan penyelesaian yang tenang .
Kronologi Gol: Pesta Gol Como
| Menit | Pemain | Tim | Skor |
|---|---|---|---|
| 2′ | Nico Paz | Como | 1-0 |
| 49′ | Anastasios Douvikas | Como | 2-0 |
| 57′ | Nico Paz | Como | 3-0 |
| 76′ | Jacobo Ramón | Como | 4-0 |
| 90+1′ | Joshua Zirkzee | MU | 4-1 |
Sumber: Siaran Langsung / UEFA
Cara membaca timeline ini: Perhatikan bahwa Como mencetak tiga gol sebelum MU bisa mencetak satu pun. Gol Zirkzee di menit 90+1 hanya menjadi penghibur di akhir pertandingan. Ini menunjukkan ketidakmampuan MU untuk menembus pertahanan Como yang tampil sangat rapat sepanjang laga.
Statistik Pertandingan: Dominasi Total Como
| Statistik | Como | Manchester United |
|---|---|---|
| Total Tembakan | 15 | 8 |
| Tembakan Tepat Sasaran | 8 | 2 |
| Peluang Besar | 4 | 1 |
| Penyelamatan Kiper | 1 | 4 |
| Gol | 4 | 1 |
Sumber: Statistik pertandingan (estimasi berdasarkan jalannya laga)
Cara membaca tabel ini: Tabel ini menunjukkan superioritas Como. Mereka melepaskan hampir dua kali lipat tembakan MU dan menciptakan empat peluang besar. Sementara itu, kiper MU (Onana) harus bekerja ekstra keras dengan empat penyelamatan, sedangkan kiper Como hanya perlu melakukan satu penyelamatan berarti. Efisiensi Como di depan gawang sangat kontras dengan tumpulnya lini serang MU.
Mengapa MU Kalah Telak?
Lini Tengah yang Tidak Seimbang
Michael Carrick kembali menggunakan formasi yang mengandalkan penguasaan bola. Namun, lini tengah MU terlalu mudah ditembus. Tanpa pemain bertipe destroyer yang solid, Nico Paz dan gelandang Como lainnya leluasa mengatur tempo permainan.
Ketika MU kehilangan bola di area tengah, transisi ke bertahan mereka sangat lambat. Inilah yang membuat Como dengan mudah menciptakan peluang, terutama pada gol kedua dan ketiga.
Pertahanan yang Mudah Dibongkar
Selain masalah di lini tengah, lini belakang MU tampil sangat rapuh. Gol pembuka di menit 2 menunjukkan kurangnya konsentrasi sejak awal pertandingan. Bek-bek MU seringkali terlambat menutup ruang, dan komunikasi antar pemain tampak buruk.
Gol Jacobo Ramón di menit 76 menjadi contoh sempurna. MU gagal mengantisipasi situasi bola mati atau kemelut di kotak penalti, membiarkan pemain Como mencetak gol tanpa pengawalan ketat.
Dampak bagi Masa Depan Carrick
Kekalahan ini bukan sekadar kehilangan tiga poin, tetapi pukulan telak bagi kredibilitas Michael Carrick. Meski ia adalah legenda klub, hasil-hasil buruk secara konsisten mulai mengikis kesabaran manajemen dan para penggemar.
MU kini berada di ambang eliminasi dari fase liga Liga Champions. Mereka tidak hanya kalah, tetapi kalah dengan cara yang memalukan. Tidak ada perlawanan, tidak ada ide permainan, dan tidak ada mentalitas juara.
Tekanan terhadap Carrick akan semakin besar. Pertandingan berikutnya di Premier League bisa menjadi penentu apakah ia masih mendapat kepercayaan untuk memperbaiki tim ini.

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa skor Como vs MU?
Como menang 4-1 atas Manchester United. Gol Como dicetak oleh Nico Paz (2′, 57′), Anastasios Douvikas (49′), dan Jacobo Ramón (76′). MU membalas melalui Joshua Zirkzee (90+1′) .
Siapa saja pencetak gol Como?
Nico Paz mencetak dua gol, sementara Anastasios Douvikas dan Jacobo Ramón masing-masing menyumbang satu gol .
Berapa lama MU tidak menang di Eropa?
Dengan kekalahan ini, tren buruk MU di kompetisi Eropa berlanjut. Mereka gagal meraih kemenangan di fase liga Liga Champions musim ini, menambah catatan buruk dalam beberapa laga terakhir mereka di Eropa.
Kesimpulan
Kekalahan 1-4 Manchester United dari Como adalah tamparan keras. Bukan hanya karena skornya, tetapi karena cara tim bermain. MU tidak terlihat seperti tim yang siap bertarung di level tertinggi Eropa.
Como, dengan permainan sederhana namun efektif, berhasil mengeksploitasi setiap kelemahan MU. Nico Paz menjadi simbol dari performa gemilang tim tuan rumah, sementara MU pulang dengan tanda tanya besar.
Bagi pembaca yang mengikuti Liga dan Manchester United, ini adalah momen refleksi. Perbaikan tidak bisa lagi dilakukan secara setengah-setengah. Carrick harus segera menemukan formula yang tepat, atau posisinya akan segera berakhir.
Redaksi: GOLFUSSID