Fulham 1-1 Manchester United: Cunha Man of the Match, Selamatkan Setan Merah dari Kekalahan

Matheus Cunha terpilih sebagai Man of the Match dalam laga Fulham vs Manchester United yang berakhir imbang 1-1 di Craven Cottage, Minggu (20/9/2026) malam WIB. Golnya di menit ke-89 menyelamatkan Setan Merah dari kekalahan ketiga beruntun .

Cunha menjadi satu-satunya pencetak gol MU dalam pertandingan ini. Golnya berawal dari tembakan jarak jauh yang mengenai bek Fulham, David Affengruber, sehingga mengubah arah bola dan mengecoh kiper Bernd Leno .

Poin Penting Laga Fulham vs MU

  • Cunha Man of the Match: Pemain Brasil itu menjadi penyelamat MU dengan golnya di menit 89. Ia juga menjadi ancaman paling berbahaya sepanjang pertandingan.
  • Dominasi Tanpa Gol: MU melepaskan 29 tembakan tetapi hanya mencetak 1 gol. Fulham hanya 12 tembakan tetapi lebih efektif.
  • Gol Bunuh Diri Martinez: Lisandro Martinez mencetak gol ke gawangnya sendiri pada menit 63 setelah gagal mengantisipasi pantulan tembakan Calvin Bassey.
  • Rekor Buruk MU: Dengan 5 poin dari 5 laga, MU menyamai start terburuk mereka di Premier League (musim 2014/15 di bawah Louis van Gaal).

Jawaban Langsung: Cunha Penyelamat di Menit 89

Jawaban Singkat: Matheus Cunha terpilih sebagai Man of the Match setelah mencetak gol penyama kedudukan di menit 89. Golnya menyelamatkan Manchester United dari kekalahan melawan Fulham. MU mendominasi dengan 29 tembakan, tetapi hanya mencetak 1 gol.

Pertandingan ini adalah kisah tentang dominasi tanpa hasil. MU menguasai bola 57%, melepaskan 29 tembakan, tetapi tidak mampu mencetak gol dari permainan terbuka sampai menit terakhir . Fulham, dengan hanya 12 tembakan, justru lebih efektif dan nyaris menang.

Jalannya Pertandingan: Dominasi Tanpa Hasil

Babak Pertama: 26 Tembakan, Nol Gol

Babak pertama berjalan aneh. Kedua tim total melepaskan 26 tembakan, tetapi tidak ada satu pun yang berbuah gol. Ini adalah rekor Premier League untuk babak pertama tanpa gol dengan jumlah tembakan terbanyak sejak Opta mulai mencatat data pada 2003/04 .

Bernd Leno dan Senne Lammens tampil gemilang. Leno menepis tembakan Lisandro Martinez dan Bruno Fernandes. Lammens tiga kali menggagalkan peluang Fulham dari Josh King dan Sander Berge .

Babak Kedua: Gol Bunuh Diri Martinez dan Drama Cunha

Petaka datang pada menit 63. Tembakan Calvin Bassey ditepis Lammens, tetapi bola mengenai Lisandro Martinez dan masuk ke gawang MU. Gol bunuh diri yang memalukan .

Fulham nyaris menambah keunggulan. Leno kembali melakukan penyelamatan penting dari Bryan Mbeumo dan Cunha. Namun, pada menit 89, Cunha melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Bola membentur Affengruber dan mengecoh Leno. Gol .

Statistik Pertandingan: Fulham vs Manchester United

FaktorFulhamManchester United
Gol11
Penguasaan Bola42.7%57.3%
Total Tembakan1229
Tembakan Tepat Sasaran6–
Expected Goals (xG)1.571.59
Big Chances––
Penyelamatan Kiper5 (Leno)6 (Lammens)
Posisi Klasemen1912

Mengapa Cunha Lebih Efektif di Sayap Kiri?

Ada temuan menarik dari pertandingan ini. Cunha sebenarnya kesulitan saat bermain sebagai striker tengah. Beberapa pengamat mencatat bahwa ia “tidak cocok” sebagai nomor 9 .

Namun, ketika ia bergerak ke sayap kiri, ia jauh lebih berbahaya. Golnya lahir dari posisi sayap kiri, bukan dari tengah . Ini menunjukkan bahwa Carrick mungkin perlu mempertimbangkan untuk memainkan Cunha di posisi yang lebih sesuai dengan karakternya.

Menariknya, dari 12 gol terakhir Cunha di Premier League, 11 di antaranya berhasil menyamakan kedudukan atau membawa timnya unggul . Ia adalah pemain yang muncul di momen-momen krusial.

Kata Cunha: “Ini Harus Dimulai dari Awal”

“Setelah kami kebobolan, kami bermain jauh lebih baik… tetapi ini harus dimulai dari awal.” — Matheus Cunha

Pernyataan Cunha ini menjadi kritik tersirat terhadap performa tim. MU baru menunjukkan intensitas setelah tertinggal, bukan sejak awal pertandingan. Jika mereka bermain seperti itu sepanjang laga, hasilnya mungkin berbeda.

Rekor Buruk MU: Menyamai Start Terburuk Van Gaal

Dengan 5 poin dari 5 pertandingan, Manchester United menyamai start terburuk mereka di Premier League. Sebelumnya, mereka juga hanya mengumpulkan 5 poin pada musim 2014/15 di bawah Louis van Gaal .

Yang lebih mengkhawatirkan, ini adalah musim ketiga beruntun MU tanpa kemenangan. Setelah kalah dari Manchester City dan Brighton, hasil imbang ini tidak banyak mengubah situasi. MU kini berada di posisi ke-12 dengan 5 poin .

Redaksi: Golfussid

Similar Posts