GOLFUSSID – Manchester City menang 3-0 atas Liverpool di Anfield pada matchday keenam Premier League 2026/2027, Minggu (11/10/2026). Pertandingan berubah total setelah Ryan Gravenberch mendapat kartu kuning kedua di menit 62. City mencetak tiga gol dalam 13 menit melalui Erling Haaland (65′), Jeremy Doku (69′), dan Rayan Cherki (78′). City memuncaki klasemen dengan 18 poin sempurna .
Poin Penting:
- Pertandingan berjalan seimbang hingga menit 62, dengan xG City hanya 0,16 sebelum kartu merah .
- Ryan Gravenberch mendapat kartu kuning kedua karena melanggar Jeremy Doku .
- Kartu kuning pertama Gravenberch dinilai kontroversial oleh banyak pihak .
- City mencetak tiga gol hanya dalam 13 menit setelah keunggulan jumlah pemain .
- City memuncaki klasemen dengan 18 poin dari 6 laga; Liverpool turun ke peringkat 9 dengan 9 poin .

Apa yang Terjadi di Anfield?
Laga Liverpool vs Manchester City berlangsung di Anfield dengan atmosfer yang memanas. City datang sebagai pemuncak klasemen dengan rekor sempurna, sementara Liverpool berusaha bangkit setelah awal musim yang tidak konsisten.
62 Menit Pertandingan Seimbang
Hingga menit 62, pertandingan berjalan sangat seimbang. Liverpool tampil agresif di depan pendukung sendiri, menciptakan beberapa peluang melalui Florian Wirtz dan Bradley Barcola .
City, yang dikenal dengan penguasaan bola dominan, justru kesulitan menembus pertahanan Liverpool. Statistik xG City hanya 0,16 sebelum kartu merah — angka yang sangat rendah untuk ukuran tim asuhan Enzo Maresca .
Kiper City, Gianluigi Donnarumma, harus bekerja keras menyelamatkan gawangnya dari tekanan Liverpool di awal babak kedua .
Kartu Merah yang Mengubah Segalanya
Momen krusial terjadi di menit 62. Ryan Gravenberch, yang sudah mendapat kartu kuning di awal babak kedua, melakukan pelanggaran terhadap Jeremy Doku. Wasit Chris Kavanagh tidak ragu memberikan kartu kuning kedua .
Gravenberch harus meninggalkan lapangan. Liverpool bermain dengan 10 pemain. Dan City langsung memanfaatkan situasi itu.
Kronologi Gol: 16 Menit yang Menghancurkan Liverpool
| Menit | Pemain | Skor |
|---|---|---|
| 65′ | Erling Haaland | 0-1 |
| 69′ | Jeremy Doku | 0-2 |
| 78′ | Rayan Cherki | 0-3 |
Cara membaca timeline ini: Perhatikan bahwa gol pertama City tercipta hanya tiga menit setelah kartu merah. Haaland mencetak gol pembuka di menit 65, memanfaatkan kekacauan di lini belakang Liverpool yang belum menyesuaikan diri dengan bermain 10 orang.
Empat menit kemudian, Jeremy Doku menggandakan keunggulan dengan penyelesaian indah. Doku, yang masuk sebagai pengganti, menjadi mimpi buruk bagi Liverpool — dialah yang dilanggar Gravenberch, dan dialah yang mencetak gol kedua .
Rayan Cherki menutup pesta gol di menit 78. Dalam 13 menit, pertandingan yang tadinya seimbang berubah menjadi kekalahan telak.
Analisis: Bagaimana Kartu Merah Mengubah Pertandingan
| Aspek | Sebelum Kartu Merah (0-62′) | Setelah Kartu Merah (62′-90′) |
|---|---|---|
| Jumlah Pemain | 11 vs 11 | 11 vs 10 |
| xG Manchester City | 0,16 | 2,47 |
| Penguasaan Bola | Seimbang | Dominan City |
| Gol | 0 | 3 |
| Momentum | Liverpool | Manchester City |
Sumber: Sky Sports , Kompas.com
Cara membaca tabel ini: Perhatikan perbedaan xG City sebelum dan sesudah kartu merah. Sebelum kartu merah, City hampir tidak menciptakan peluang berarti (0,16). Setelah kartu merah, xG mereka melonjak menjadi 2,47. Ini menunjukkan bahwa City tidak hanya menang karena keberuntungan — mereka menciptakan peluang berkualitas setelah keunggulan jumlah pemain.
Mengapa Kartu Merah Ini Kontroversial?
Kuning Pertama yang Dipertanyakan
Kontroversi utama terletak pada kartu kuning pertama Gravenberch. Wasit Kavanagh memberikan kuning kepada gelandang Belanda itu di awal babak kedua karena melanggar Elliot Anderson .
Banyak pihak menilai keputusan itu terlalu keras. Pelatih Liverpool, Andoni Iraola, menyatakan dengan tegas: “Pelanggaran pertama Ryan tidak layak mendapat kartu kuning, tidak pernah.”
Daniel Sturridge, mantan striker Liverpool dan City, menyebutnya “lelucon” . Jamie Carragher dan Gary Neville juga mempertanyakan keputusan tersebut, dengan Neville menyebut kartu merah itu “sangat, sangat lembut” .
Reaksi Pelatih dan Pengamat
Virgil van Dijk, kapten Liverpool, mengakui bahwa kartu merah mengubah jalannya pertandingan. “Pertandingan berubah setelah kartu merah, terutama karena kami kebobolan dengan cepat setelahnya,” katanya .
Namun, Van Dijk juga menyoroti bahwa “pertandingan pertama (sebelum kartu merah) dan pertandingan kedua (setelahnya) adalah dua hal yang berbeda. Kami adalah tim terbaik di pertandingan pertama, dan mereka lebih baik di pertandingan kedua.”
Di sisi lain, City tidak terlalu mempedulikan kontroversi. Mereka fokus pada kemenangan dan tetap sempurna di puncak klasemen.
Dampak bagi Klasemen Premier League
Dengan kemenangan ini, Manchester City tetap sempurna: 6 pertandingan, 6 kemenangan, 18 poin. Mereka memuncaki klasemen dengan keunggulan yang nyaman .
Liverpool, sebaliknya, turun ke peringkat 9 dengan 9 poin dari 6 pertandingan. Dengan agregat gol 0 (7 gol dicetak, 7 kebobolan), The Reds menghadapi pertanyaan serius tentang konsistensi mereka .
Kemenangan ini juga menjadi pernyataan penting bagi City. Setelah musim lalu yang penuh gejolak, mereka menunjukkan bahwa mereka masih menjadi kekuatan dominan di Premier League.

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa skor Liverpool vs Man City?
Manchester City menang 3-0 atas Liverpool di Anfield. Gol dicetak oleh Erling Haaland (65′), Jeremy Doku (69′), dan Rayan Cherki (78′) .
Apakah kartu merah Gravenberch layak?
Banyak pihak mempertanyakan kartu kuning pertama Gravenberch, yang dinilai terlalu keras. Namun, kartu kuning kedua karena melanggar Doku dianggap lebih jelas. Pelatih Liverpool Andoni Iraola menyebut kuning pertama sebagai keputusan yang salah .
Berapa laga Gravenberch akan absen?
Gravenberch akan menjalani hukuman satu pertandingan karena kartu merah akibat dua kartu kuning. Ia akan absen saat Liverpool menghadapi Brentford di Premier League, tetapi tetap bisa bermain di Liga Champions melawan LASK .
Kesimpulan
Kemenangan 3-0 Manchester City atas Liverpool di Anfield adalah pertandingan yang berubah total karena satu keputusan wasit. Selama 62 menit, kedua tim bermain seimbang. Setelah kartu merah Gravenberch, City mengambil alih kendali dan mencetak tiga gol dalam 13 menit.
Kontroversi kartu kuning pertama Gravenberch akan terus diperdebatkan. Namun, yang tidak bisa dibantah adalah bagaimana City memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan efisiensi brutal.
Bagi pembaca yang mengikuti Liga dan Premier League, pertandingan ini menunjukkan bahwa di level tertinggi, satu momen bisa menentukan segalanya. Liverpool harus bangkit cepat jika ingin tetap bersaing. City, sementara itu, terus melaju tanpa hambatan.
Redaksi: GOLFUSSID