GOLFUSSID – Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand 4-2 dalam adu penalti, Senin (5/10/2026) malam WIB di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Pertandingan berakhir 2-2 setelah 120 menit. Empat penendang Indonesia sukses, sementara dua eksekutor Thailand gagal. Ini adalah gelar internasional pertama Indonesia di luar SEA Games, memutus penantian 35 tahun .
Poin Penting:
- Indonesia menang 4-2 dalam adu penalti setelah bermain 2-2 selama 120 menit .
- Dean James membuka keunggulan di menit 84, Iklas Sanron menyamakan kedudukan di menit 87 .
- Peeradol Chamrasamee membawa Thailand unggul 2-1 di menit 110, Elkan Baggott menyamakan kedudukan di menit 116 .
- Emil Audero menggagalkan dua penalti Thailand: Sarach Yooyen (tiang gawang) dan Nattapong Sayriya (ditepis) .
- Indonesia memutus kutukan 35 tahun melawan Thailand di final turnamen senior .

Apa yang Terjadi di Final Indonesia vs Thailand?
Laga final berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Sebagian besar pertandingan berjalan dengan tempo tinggi dan tensi yang tidak pernah turun.
Thailand harus bermain dengan 10 orang sejak menit 81 setelah Nicholas Mickelson mendapat kartu kuning kedua. Namun, justru Thailand yang sempat unggul setelah itu .
Dean James Buka Keunggulan di Menit 84
Keunggulan jumlah pemain akhirnya dimanfaatkan Indonesia. Tendangan bebas Dean James di menit 84 membentur badan Iklas Sanron dan masuk ke gawang Thailand. Indonesia memimpin 1-0 .
Thailand Bangkit, Indonesia Bangkit Lagi
Keunggulan Indonesia tidak bertahan lama. Tiga menit berselang, Iklas Sanron membalas. Sepakannya membobol gawang Emil Audero. Skor menjadi 1-1 dan bertahan hingga waktu normal berakhir .
Di babak extra time, drama berlanjut. Thailand yang bermain dengan 10 orang justru kembali unggul pada menit 110 melalui Peeradol Chamrasamee. Serangan balik cepat membuat Emil Audero tidak berdaya .
Namun, Indonesia tidak menyerah. Enam menit kemudian, Elkan Baggott mencocor bola hasil kemelut di kotak penalti. Skor berubah menjadi 2-2. Tidak ada gol tambahan hingga extra time selesai, dan pemenang harus ditentukan melalui adu penalti .
Jalannya Pertandingan: Drama 120 Menit
| Menit | Pemain | Tim | Skor |
|---|---|---|---|
| 84′ | Dean James | Indonesia | 1-0 |
| 87′ | Iklas Sanron | Thailand | 1-1 |
| 110′ | Peeradol Chamrasamee | Thailand | 1-2 |
| 116′ | Elkan Baggott | Indonesia | 2-2 |
Cara membaca tabel ini: Perhatikan bahwa Thailand mencetak gol kedua mereka saat bermain dengan 10 orang. Ini menunjukkan efisiensi Thailand dalam memanfaatkan serangan balik. Namun, Indonesia menunjukkan mentalitas juara dengan bangkit dua kali dari ketertinggalan.
Adu Penalti: Emil Audero Jadi Pahlawan
Adu penalti menjadi panggung bagi Emil Audero. Kiper Indonesia itu menggagalkan dua eksekusi Thailand, sementara empat penendang Indonesia sukses menjalankan tugas tanpa cela.
| Penendang | Tim | Hasil |
|---|---|---|
| Kevin Diks | Indonesia | ✓ Gol |
| Dean James | Indonesia | ✓ Gol |
| Elkan Baggott | Indonesia | ✓ Gol |
| Shayne Pattynama | Indonesia | ✓ Gol |
| Manuel Bihr | Thailand | ✓ Gol |
| Waris Choolthong | Thailand | ✓ Gol |
| Sarach Yooyen | Thailand | ✗ Gagal (tiang) |
| Nattapong Sayriya | Thailand | ✗ Gagal (ditepis) |
Sumber: detikSport, Bisnis.com
Cara membaca tabel ini: Empat penendang Indonesia tidak memberikan kesempatan kepada kiper Thailand untuk membuat penyelamatan. Sementara itu, Emil Audero menjadi penentu dengan menggagalkan eksekusi Nattapong Sayriya. Sepakan Sarach Yooyen juga membentur tiang gawang .
Mengapa Kemenangan Ini Bersejarah?
Putus Kutukan 35 Tahun
Indonesia memiliki sejarah pahit melawan Thailand di partai final. Pada SEA Games 1997 dan Piala AFF 2002, Indonesia kalah dari Thailand — keduanya melalui adu penalti di Stadion GBK .
Kemenangan ini memutus kutukan tersebut. Untuk pertama kalinya, Indonesia mengalahkan Thailand di final turnamen senior, di stadion yang sama yang menjadi saksi dua kekalahan pahit sebelumnya .
Trofi Internasional Pertama di Luar SEA Games
Gelar FIFA ASEAN Cup 2026 adalah trofi internasional pertama Indonesia di luar medali emas SEA Games . Ini adalah pencapaian yang belum pernah diraih generasi sebelumnya.
Emil Audero, yang menjadi pahlawan di laga ini, menyebutnya sebagai momen bersejarah:
“Kita membuat sejarah. Kami memenangi sesuatu yang belum pernah didapatkan sebelumnya” .

Momen Haru Selebrasi di GBK
Selebrasi setelah peluit panjang penuh dengan momen emosional. Joey Pelupessy terlihat menitikkan air mata. Rizky Ridho juga tidak mampu menahan tangis .
John Herdman, pelatih yang sempat di kritik di awal turnamen, terlihat berkeliling memeluk para pemainnya. Ia bahkan menggendong Sumardji, Ketua Badan Tim Nasional PSSI, dalam momen selebrasi yang penuh keakraban .
Ole Romeny terlihat membawa jersey bertuliskan nama Marselino Ferdinan, pemain yang absen karena cedera. Ia mengibarkan bendera Merah-Putih sambil tertawa lepas .
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa skor akhir Indonesia vs Thailand?
Indonesia menang 4-2 dalam adu penalti setelah bermain 2-2 selama 120 menit. Skor akhir pertandingan adalah Indonesia 2-2 Thailand (adu penalti 4-2) .
Siapa pencetak gol Indonesia?
Dean James mencetak gol pertama Indonesia di menit 84. Elkan Baggott mencetak gol penyama kedudukan di menit 116 .
Siapa yang gagal dalam adu penalti Thailand?
Dua penendang Thailand gagal: Sarach Yooyen (tendangannya membentur tiang gawang) dan Nattapong Sayriya (tendangannya ditepis Emil Audero) .
Apakah ini gelar pertama Indonesia di FIFA ASEAN Cup?
Ya. Ini adalah edisi perdana FIFA ASEAN Cup, dan Indonesia menjadi juara pertamanya. Ini juga trofi internasional pertama Indonesia di luar SEA Games .
Kesimpulan
Kemenangan Indonesia atas Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026 adalah salah satu momen paling dramatis dalam sejarah sepak bola Indonesia.
Tim ini bangkit dua kali dari ketertinggalan. Dean James membuka keunggulan, Elkan Baggott menyamakan kedudukan di menit 116 setelah Thailand sempat unggul 2-1. Emil Audero menjadi pahlawan di adu penalti dengan menggagalkan dua eksekusi Thailand .
Yang membuat kemenangan ini istimewa bukan hanya trofinya, tetapi konteksnya. Indonesia memutus kutukan 35 tahun melawan Thailand di final turnamen senior. Dua kekalahan pahit di SEA Games 1997 dan Piala AFF 2002 — keduanya di GBK — akhirnya terbayar .
Bagi pembaca yang mengikuti Liga dan sepak bola Indonesia, malam ini adalah malam yang akan dikenang lama. Tim ini menunjukkan karakter juara: tidak menyerah, bangkit, dan menang.
Redaksi: GOLFUSSID