GOLFUSSID – Timnas Inggris menghancurkan Kroasia dengan skor 7-0 di laga ketiga Grup C UEFA Nations League 2026/2027, Sabtu (3/10/2026) dini hari WIB di Stadion HNK Rijeka. Harry Kane dan Bukayo Saka masing-masing mencetak dua gol, sementara Jude Bellingham menyumbang satu gol dan tiga assist. Thomas Tuchel menyebut ini sebagai “performa 90 menit di level tertinggi” .
Poin Penting:
- Inggris menang 7-0, kekalahan terbesar dalam sejarah Kroasia .
- Harry Kane mencetak dua gol (menit 8, 53) dan satu assist .
- Bukayo Saka juga mencetak dua gol (menit 45, 68) .
- Jude Bellingham mencetak satu gol dan tiga assist — penampilan terbaiknya bersama Inggris .
- Inggris mengoleksi 6 poin dan berada di posisi kedua Grup C, menjaga peluang ke perempat final Nations League .

Apa yang Terjadi di Laga Kroasia vs Inggris?
Pertandingan berlangsung di Stadion HNK Rijeka, yang sebagian besar diisi oleh anak-anak sekolah setempat akibat sanksi UEFA terhadap Kroasia . Atmosfer yang tidak biasa ini tidak mengganggu konsentrasi Inggris.
Inggris tampil agresif sejak menit awal. Jude Bellingham membuka keunggulan pada menit ke-8 setelah menerima umpan dari Marc Guehi. Ia kemudian memberikan assist untuk gol kedua Bellingham pada menit ke-21 .
Empat Gol di Babak Pertama
Dominasi Inggris terlihat jelas di 45 menit pertama. Selain gol Kane dan Bellingham, Anthony Gordon menambah gol ketiga pada menit ke-39 setelah menerima umpan silang dari Jarell Quansah. Bukayo Saka menutup babak pertama dengan gol keempat pada menit ke-45, memanfaatkan assist dari Bellingham .
Kroasia sempat memiliki peluang melalui Mateo Kovacic pada menit ke-41, tetapi gagal memanfaatkan peluang emas tersebut .
Tiga Gol Tambahan di Babak Kedua
Inggris tidak mengendurkan tekanan di babak kedua. Harry Kane mencetak gol kelimanya pada menit ke-53 setelah menerima umpan dari Elliot Anderson. Saka menambah gol keenam pada menit ke-68 setelah memanfaatkan kesalahan pertahanan Kroasia .
Morgan Rogers, yang masuk sebagai pengganti, menutup pesta gol pada menit ke-87. Ia menerima umpan terobosan dari Bellingham dan dengan tenang melewati kiper Kroasia .
Jalannya Pertandingan: Pesta Gol di Rijeka
Timeline Gol Kroasia vs Inggris:
| Menit | Pemain | Skor |
|---|---|---|
| 8′ | Harry Kane | 0-1 |
| 21′ | Jude Bellingham | 0-2 |
| 39′ | Anthony Gordon | 0-3 |
| 45′ | Bukayo Saka | 0-4 |
| 53′ | Harry Kane | 0-5 |
| 68′ | Bukayo Saka | 0-6 |
| 87′ | Morgan Rogers | 0-7 |
Cara membaca timeline ini: Inggris mencetak empat gol di babak pertama saja. Kroasia tidak pernah menemukan ritme permainan, dan setiap gol Inggris datang dari kombinasi umpan-umpan pendek yang memecah pertahanan lawan. Gol terakhir Rogers adalah contoh sempurna dari dominasi Inggris — umpan terobosan Bellingham dan penyelesaian tenang dari pemain pengganti.
Statistik Pertandingan: Dominasi Total Inggris
| Statistik | Kroasia | Inggris |
|---|---|---|
| Penguasaan Bola | 36% | 64% |
| Expected Goals (xG) | 1.24 | 6.12 |
| Tembakan Tepat Sasaran | 1 | 10 |
| Operan Berhasil | — | 746 |
| **Duel Udara Dim |

| Statistik | Kroasia | Inggris |
|---|---|---|
| Penguasaan Bola | 36% | 64% |
| Expected Goals (xG) | 1.24 | 6.12 |
| Tembakan Tepat Sasaran | 1 | 10 |
| Operan Berhasil | — | 746 |
| Duel Udara Dim | — | — |
Sumber: The Guardian, FotMob
Cara membaca tabel ini: Angka xG (expected goals) adalah statistik paling jujur untuk membaca laga ini. Kroasia hanya menciptakan peluang senilai 1,24 gol, sementara Inggris menciptakan peluang senilai 6,12 gol. Artinya, skor 7-0 bukan keberuntungan — Inggris memang menciptakan peluang yang cukup untuk mencetak enam hingga tujuh gol.
Penguasaan bola 64% juga menunjukkan bahwa Inggris tidak hanya menyerang, tetapi mengontrol tempo pertandingan. Kroasia, yang biasanya dikenal dengan permainan possession-based, dipaksa bermain bertahan sepanjang laga.
Mengapa Tuchel Menyebut Ini “Penampilan Lengkap”?
Thomas Tuchel jarang melontarkan pujian berlebihan. Setelah Inggris kalah di semifinal Piala Dunia 2026 melawan Argentina, ia justru mengkritik tajam penampilan timnya . Jadi ketika ia menyebut laga melawan Kroasia sebagai “performa 90 menit di level tertinggi”, itu bukan basa-basi.
Pujian untuk Seluruh Pemain
Tuchel menegaskan bahwa pujiannya bukan hanya untuk pencetak gol. Ia menyoroti bagaimana seluruh pemain menjalankan peran masing-masing dengan disiplin .
“Saya pikir ini adalah penampilan lengkap dari seluruh tim. Semua pemain tampil pada level tertinggi selama 90 menit,” kata Tuchel .
Ia secara khusus memuji Alex Scott, yang menjalani debut penuh pertamanya bersama Timnas Inggris. Scott, yang bermain sebagai gelandang bertahan bersama Elliot Anderson, tampil tenang dan tidak terlihat gugup .
Respons atas Kekecewaan Piala Dunia
Kemenangan ini juga menjadi jawaban atas keraguan yang muncul setelah Piala Dunia. Inggris tersingkir di semifinal, dan banyak yang mempertanyakan apakah Tuchel mampu membawa tim ini meraih gelar .
Laga melawan Kroasia menunjukkan bahwa Inggris masih memiliki kualitas untuk bersaing di level tertinggi. Empat pemain depan — Kane, Bellingham, Saka, dan Gordon — bermain dengan kebebasan yang jarang terlihat di bawah Tuchel sebelumnya .
Jude Bellingham: Maestro di Balik Pesta Gol
Jika ada satu pemain yang paling menonjol di laga ini, itu adalah Jude Bellingham. Ia mencetak satu gol dan memberikan tiga assist — kontribusi langsung pada empat dari tujuh gol Inggris .
Penampilannya menunjukkan kematangan yang luar biasa untuk pemain berusia 23 tahun. Ia tidak hanya menyerang, tetapi juga turun ke lini tengah untuk membangun serangan .
Yang menarik: Bellingham bermain lebih bebas dibandingkan biasanya. Tuchel memberinya kebebasan untuk bergerak di antara lini tengah dan lini serang, dan Kroasia tidak punya jawaban untuk menghentikannya .
Apa Kata Kane dan Bilic?
Harry Kane, yang mencetak dua gol, menegaskan bahwa ini adalah standar yang harus dijaga:
“Kami tahu kami punya kualitas. Pertanyaannya selalu konsistensi. Jika kami bermain seperti ini, kami bisa mengalahkan siapa pun” .
Slaven Bilic, mantan pelatih Kroasia, memberikan analisis tajam:
“Ini bukan hanya tentang Inggris yang bagus. Kroasia benar-benar buruk. Mereka kehilangan kepercayaan diri setelah gol kedua. Setelah itu, mereka hanya menunggu pertandingan selesai” .
Bilic juga menyoroti bahwa Kroasia kehilangan beberapa pemain kunci karena cedera dan sanksi, tetapi ia menolak menjadikannya alasan:
“Ketika Anda kalah 0-7, tidak ada alasan yang cukup” .
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa skor Kroasia vs Inggris?
Inggris menang 7-0 atas Kroasia di Stadion HNK Rijeka, Sabtu (3/10/2026) dini hari WIB .
Siapa pencetak gol Inggris vs Kroasia?
Harry Kane (2 gol), Bukayo Saka (2 gol), Jude Bellingham (1 gol), Anthony Gordon (1 gol), dan Morgan Rogers (1 gol). Bellingham juga mencatatkan tiga assist .
Bagaimana posisi Inggris di klasemen?
Inggris mengoleksi 6 poin dan berada di posisi kedua Grup C UEFA Nations League 2026/2027. Peluang ke perempat final masih terbuka .
Apakah ini kekalahan terbesar Kroasia sepanjang sejarah?
Ya. Sebelumnya, kekalahan terbesar Kroasia adalah 6-1 dari Inggris pada November 2018 .
Kesimpulan
Kemenangan 7-0 atas Kroasia adalah salah satu penampilan paling dominan Timnas Inggris dalam beberapa tahun terakhir. Tuchel menyebutnya “penampilan lengkap” karena semua pemain — dari kiper hingga penyerang — tampil pada level tertinggi .
Empat pemain depan Inggris mencetak atau menciptakan semua tujuh gol. Jude Bellingham menjadi maestro dengan satu gol dan tiga assist. Harry Kane dan Bukayo Saka masing-masing mencetak dua gol .
Yang membuat kemenangan ini penting bukan hanya skornya, tetapi konteksnya. Inggris baru saja kehilangan tempat di final Piala Dunia 2026. Keraguan terhadap Tuchel menguat. Kemenangan ini menunjukkan bahwa tim ini masih memiliki kualitas untuk bersaing di level tertinggi .
Bagi pembaca yang mengikuti Liga dan UEFA Nations League, laga-laga Inggris berikutnya akan menjadi ujian sesungguhnya. Jika mereka bisa menjaga konsistensi seperti melawan Kroasia, peluang meraih gelar terbuka lebar.
Redaksi: GOLFUSSID